Selasa, 06 September 2016

INILAH MENGAPA GWK (GARUDA WISNU KENCANA DI BUAT KEBUDAYAAN TANAH BALI

INILAH MENGAPA GWK (GARUDA
WISNU KENCANA DI BUAT 
KEBUDAYAAN TANAH BALI 

Garuda Wisnu Kencana memiliki arti Garuda yang digunakan sebagai tunggangan oleh Dewa Wisnu.Garudajuga kitaketahui juga digunakan sebagai lambang negara kita Negara Indonesia.Dari berbagai jenis burung, lalu mengapa Burung Garudadigunakan sebagai lambang dari Negara Indonesia. Padahal banyak sekali jenis-jenis burung lainnya seperti burung elang, burung rajawali, burung kakak tua dan yang lainnya. Mengapa Burung Garuda dipilih sebagai lambang Negara yang besar dan megah ini?Jawabannya sesuai denganCerita Garuda Wisnu Kencanayang akan kita bahas kali ini.Cerita Garuda Wisnu Kencanajuga berkaitan dengan pembangunanlandmark Garuda Wisnu Kencana (GWK)di bali. GWK yang belum rangkum di bangun ini rencananya akan membuat patung Garuda Wisnu Kencana dengan tinggi sekitar 120 meter yang akan tercatat sebagai salah satu patung terbesar di dunia. Namun Pembangunannya tersendat masalah biaya, untuk lebih jelasnya bisa anda bacaDISINI.Sejarah Garuda Wisnu Kencana GWKAlkisah di sebuah negeri, tersebutlah seorang Rsi yang baik nan bijaksana. Rsi tersebut bernama Rsi Kasyapa. Beliau memiliki 2 orang istri yakni Kadru dan Winata. Rsi kasyapa selalu berbuat adil kepada kedua istrinya, walaupun begitu salah satu istrinya yaitu Kadru selalu menaruh rasa iridan dengki kepada Winata.Kisah pun berlanjut, alkisah Kedua istri Rsi Kasyapa masing-masing dikaruniai momongan(anak). Kadru dikaruniai para Naga, sedangkan Winata dikaruniaiseekor Burung Garuda. Kadru yang tetap memiliki rasa iri dan dengki terhadap Winata selalu melancarkan niat jahat agar Winata dapatkeluar dari lingkaran keluarga Rsi Kasyapa.Suatu ketika, Para Dewa mengaduk-aduk samudra untuk mendapatkan Tirtha Amartha. Tirtha(air) yang diebut-sebut dapat memberikan keabadian kepada siapapun yang dapat meminumnya walaupun hanya setetes. Bersamaan dengan kejadian itu, muncullah kuda terbang bernama Ucaihswara.Oleh karena Kadru yang selalu menaruh rasa dengki terhadapa Winata, Kadru kemudian menantang Winatauntuk menebak warna Kuda Ucaihswara yang belum terlihat oleh mereka.Winata kemudian menyanggupi tantangan dariKadru dengan perjanjian, jika siapapun yang kalah harus bersedia menjadi budak dan selalu mentaati seluruh perintah dari yang menang. Kemudian Kadru menebak warna kuda itu berwarna hitam, dan Winata menebak warna kuda itu berwarna putih. Sebelum kuda itu muncul, secara diam-diam Kadru menerima informasi dari anaknya(naga) bahwa kuda itu sebenarnya berwarna putih.Mengetahui bahwa dirinya akan kalah, maka Kadru berbuat licik dengan menyuruh anaknya untuk menyembur dengan racun tubuh kuda itu sehingga terlihat kehitaman. Benar saja kuda yang dulunya putih kemudian menjadi hitam setelah muncul dan dilihat oleh Kadru dan Winata. Karena Winata merasa dirinya telah kalah, maka ia bersedia menjadi budak Kadru selama hidupnya.

Tempat Wisata Di Nusa Dua BaliMengetahui kelicikan Kadru, anak Winata yakni sang Garuda tidak tinggal diam. Dia kemudian bertarung dengan anak-anak Kadru yakni para Naga yang berlangsung tanpa henti siang dan malam. Keduanya berhasil menahan imbang disetiap pertarungan sampai akhirnya para Nagapun memberikan persyaratan bahwa dia akan membebaskan Winata dengansyarat sang Garuda dapat membawakan Tirtha Amarthakepada para Naga.Sang Garuda menyanggupinya, dia bersedia mencari Tirtha Amertha yang tidak dia ketahui tempatnya agar dia dapat menyelamatkan ibunya dari perbudakan. Di tengah petualangannya, sangGaruda bertemu dengan Dewa Wisnu yang membawa Tirtha Amertha. Garuda kemudian meminta Tirtha Amertha itu, Dewa Wisnu menyanggupinya dengan syarat agar Garuda mau menjadi tunggangan Dewa Wisnu yang kemudian disebutsebagaiGaruda Wisnu Kencana.Garuda kemudian mendapat tirtha amertha dengan berwadahkankamendalu dengan tali rumput ilalang. Ia memberikan tirtha tersebut kepada para naga, namun sebelum para naga sempat meminumnya tirtha itu terlebih dahulu diambil oleh dewa indra yang kebetulan lewat. Namun tetesan tirtha amertha itu masih tertinggal di tali rumput ilalangnya. Naga kemudian menjilat rumput ilalang tersebut yang ternyata sangat tajam dan lebih tajam dari pisau. Oleh karena itu lidah naga menjadi terbelah menjadi 2 ujung yang kemudian disetiap keturunan naga itu juga memiliki lidah yang terbelah.Kemudian ibu Winata berhasildibebaskan dari jeratan perbudakan.Begitulah akhir cerita dariSejarah Cerita Garuda Wisnu Kencana. Lalu apa hubungan Garuda anak Winata dengan Garuda Lambang Negara Indonesia? Karena melihat filosofi diatas para petinggi yang membangun Negara Indonesia kemudian memilih Burung Garuda sebagai lambang Negara Indonesia karena melihat kegigihan Burung Garuda dalam berbakti kepada ibunya agar ibunya dapat lolos dari perbudakan. Garuda tersebut melambangkan kegigihan masyarakat pribumi (masyarakat indonesia) dalam memperjuangkan tanah Ibu pertiwi agar lolos dari perbudakan para penjajah kala itu.

1 komentar:

  1. Coin Casino Review - Bonuses, Payouts & Games - CasinoWow
    Find out the bonuses, games, features, security septcasino and security of this cryptocurrency casino and claim your deccasino welcome bonus. Play now!๐ŸŽฒ Games: 450+⭐Rating: 3.0 / 5.0๐ŸŽฒ Games: 550+๐Ÿ’ป Software: NetEnt Rating: 3 · ์ธ์นด์ง€๋…ธ ‎Review by CasinoWow

    BalasHapus